ARTIKEL:
AKAL, ILMU DAN AMAL
Islam
adalah syarat keselamatan di sisi Allah. Allah SWT menganugrahkan kepada
manusia suatu petunjuk yang lebih tinggi setelah indera yakni petunjuk akal.
Akal dapat membetulkan kesalahan indera dan memahami hal-hal yang bersifat
rasional murni yang bukan jangkauan indera lainnya. Islam tidak tegak dan tidak
akan ada kecuali dengan ilmu. Tidak ada jalan untuk mengenal Allah SWT. dan
sampai kepada-Nya kecuali dengan ilmu.
Allah
SWT. telah menganugerahkan panca indra dan akal sebagai instrumen penting ilmu
pengetahuan bahkan sebagai kenikmatan karunia yang besar kepada manusia agar
dapat memahami dirinya dan alam sekitarnya. Dengan akalnya manusia dapat
membedakan antara yang benar dengan yang salah, yang baik dengan yang buruk,
antara hayalan dengan kenyataan. Pada dasarnya Allah memberikan akal untuk
manusia agar mampu berbuat sebaik-baiknya dan mengamalkannnya dengan
penyampaian yang baik pula agar senantiasa apa yang telah diketahui dapat
bermanfaat untuk dirinya ataupun untuk orang lain.
Hadits
Rasulullah Saw. menjelaskan:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ بَأَيِّ شَيْئٍ
يَتَفَاضَلَ النَّاسُ فِى الدُّنْيَا ؟ قَالَ: بِالْعَقْلِ. قُلْتُ فَفِى اْلاَخِرَةِ ؟ قَالَ:
بِالْعَقْلِ. فَقَالَتْ عَائِشَةَ: اِنَّمَا يُجْزَوْنَ بِأَعْمَالِهِمْ؟ قَالَ
وَهَلْ عَمِلُوْا اِلاَّ بِقَدْرِمَا اَعْطَاهُمُ اللهُ مِنَ اْلعَقْلِ
فَبِقَدْرِمَا أَعْطُوْامِنَ اْلعَقْلِ كَانْتِ أَعْمَا لُهُمْ وَبِقَدْرِ مَا
عَمِلُوْا يُجْزَوْنَ
(رواه الحارث فى المسند, 2\805)
“Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Saya bertanya
kepada Rasulullah Saw., dengan apakah manusia bisa utama di dunia. Rasulullah Saw.
berkata: dengan akal. ‘Aisyah bertanya lagi: kalau diakhirat?, Rasulullah Saw.
menjawab: dengan akal. Maka ‘Aisyah bertanya lagi : (bukankah) manusia
sesungguhnya manusia itu dibalas hanya karena amal-amalnya. Rasulullah Saw. menjawab:
dan tidaklah manusia-manusia beramal kecuali dengan sekedar yang Allah SWT.
berikan yaitu akal. Maka dengan sekedar apa yang telah diberikan kepada mereka
(akal) itulah amal-amal mereka. Dan atas sekedar apa yang mereka kerjakan, maka
mereka mendapat balasan”.
Hadits
Rasulullah Saw. di atas menjelaskan tentang keterkaitan Akal, Ilmu dan Amal.
Bahwasanya kedudukan tertinggi manusia baik di dunia maupun di akhirat adalah
manusia yang berakal. Akal inilah yang membedakan manusia dari semua binatang.
Dengan akal manusia dapat mengetahui dirinya sendiri, dunianya serta Raabnya.
Kedudukan
akal dalam Islam adalah sangat penting karena akallah tempat yang menampung
akidah, syari’ah serta akhlak dan menjelaskannya. Dengan mempergunakan akalnya
secara baik dan benar, sesuai dengan petunjuk Allah SWT. manusia akan merasa
selalu terikat dan dengan sukarela mengikatkan diri kepada Allah SWT. Karena
posisinya demikian, dapat dipahami dalam Islam ada ungkapan yang menyatakan
bahwa akal adalah kehidupan, hilang akal berarti kematian.
Dengan
menggunakan kekuatan intelegensi yang dibimbing oleh hati nurani, manusia dapat
menemukan kebenaran-kebenaran dalam hidupnya, sekalipun hasilnya relatif.
Kebenaran-kebenaran tersebut sebagai tonggak sejarah yang pasti dilalui oleh
semua manusia dalam perjalanan untuk mencapai kebenaran mutlak (Allah SWT.).
Hanya seseorang yang dibimbing oleh ilmu pengetahuan yang dapat berjalan di
atas kebenaran, yang membawa kepada kebutuhan tanpa syarat kepada Allah SWT.
dengan iman dan kekuatan ilmu pengetahuan manusia mampu mencapai puncak
kemanusiaan yang tinggi.
Hadits
Rasulullah Saw.:
تَعَلَّمُوْاالْعِلْمَ ، فّإِنَّ تَعَلُّمُهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ
عَزَّ وَجَلَّ ، وَتَعْلِيْمَهُ لِمَنْ لاَ يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَإِنَّ
الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ ،
وَالْعِلْمُ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ .
(الربيع)
“Tuntutlah
ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza
wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah
sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan
terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di
dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’).
Sabda
Rasulullah Saw diatas memberikan informasi betapa penting dan perlunya ilmu
pengetahuan tersebut baik secara umum maupun secara khusus, baik ilmu
pengetahuan untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas. Setiap perbuatan
atau amalan dapat dilakukan karena adanya ilmu. Ilmu adalah pemimpin dan
pembimbing amal perbuatan. Amal bisa lurus dan berkembang bila didasari ilmu.
Berbuat tanpa didasari pengetahuan tidak ubahnya dengan berjalan bukan di jalan
yang benar, tidak mendekatkan kepada tujuan melainkan menjauhkan. Dalam semua
aspek kegiatan manusia harus disertai dengan ilmu, baik itu yang berupa amal ibadah maupun amal perbuatan lainnya.
Dengan
ilmunya orang muslim akan menjadi jelas dan tenang dalam urusannya. Dan Allah
SWT. akan membalas perbuatan manusia sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
Ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. akan
memberikan jaminan kemashalatan bagi kehidupan umat manusia termasuk
lingkungan.
Berkenaan
dengan keutamaan orang-orang berilmu, Al-Ghazali mengatakan, “Barang siapa
berilmu, membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagaikan
matahari, selain menerangi dirinya, juga menerangi orang lain. Dia bagaikan
minyak kesturi yang harum dan menyebarkan keharumannya kepada orang yang
berpapasan dengannya.”
Ilmu
yang bermanfaat bagi agama yaitu ilmu yang meneguhkan iman dan ketaqwaan.
Sabda Nabi Saw. “Barangsiapa yang mencari ilmu, berarti ia memuja
Allah SWT. dan yang mengajarkan ilmu berarti ia memberi sedekah dan Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain akan
mendatangkan pahala terus-menerus bagi yang mengajarkannya maka boleh jadi akan
menjadi 'harta yang dibawa mati' yang merupakan amalan yang tidak akan putus
hitungannya hingga hari kiamat.”
The best coin casino for US players - casinoweb.com
BalasHapusBest coin casino for US players As well as 바카라 playing for a few days in งานออนไลน์ the casino, 인카지노 the games that you win are the fun part of that.